Sebuah Pengakuan
Nonaaa..
Datanglah kemari
Menetaplah disini
Tak lama, aku hanya ingin luang untuk berdua.
Sembari menunggu moment-moment perayaan kita berdua.
Seringkali aku ingin bertanya, tapi mulut terkunci rapat saat kita kian mendekat oleh pertemuan.
Maafkan aku
Aku sulit
Sulit dalam mengerti peka
Sulit dalam mengerti pelemparan rasa kepadaku atau bukan
Yang membuatku menjadi bungkam atas tau diri ; siapakah aku?
Aku begitu jauh dibawahmu.
Bagaimana mungkin aku tak jatuh cinta pada engkau purnama?
Sudah, kau tak perlu bertanya rasa padaku kini.
Hatiku sudah hampir kau rampas seutuhnya
Tak perlu juga lagi rasanya aku menuliskan kalimat-kalimat manis tentang cinta agar kau merasa.
Kini,
Aku mau kita tersimpan rapi-rapi didalam kepala.
Dan saling mengakui keberadaannya.
Aku mau berdiri diatas ketentuan bahwa kita saling menjaga.
Terakhir, aku ingin memandang senyum bahagia mu yang sebenarnya
Dan menjadi orang yang kau cari sebenarnya.
"Aku mencintaimu, tanpa sebab dan tanya alasan apa aku mencinta".
Komentar
Posting Komentar