Sebuah Sajak

Entah kian berapa lama diriku mendambakanmu.,
Disetiap ku memakai sepatu, disetiap ku memutar playlistku Engkau ada karenaku Damba sebagai orang yang sangat ingin ku Cinta,
Kaulah kaum hawa yang pertama kali menyentuh inti jantungku., dan
Disetiap keheningan doa sujudku, namamu tak akan luput kusebut.,
Aku terus-menerus bertanya kepadaNya apakah aku, kau ada didalam Lauf Mahfuhz ?
Apakah betul itu kau ? Yang selama ini Tuhan simpan ?
Sepertinya ini bukan jatuh cinta - melainkan jatuh hati

Kejahatan dan kesia-sian yang pernah kulakukan mungkin ada sebab
Karena aku tidak sibuk dengan kopi, buku, dan cinta.,
Aku terbawa arus didalam pikiran yang tak terarah.
Banyak petualangan dan perjalanan yang kulalui,.
Engkau terus menghantuiku, disetiap langkah dan teka-teki yang aku jalani,
dan entah sampai berapa lama hal ini terus berlangsung.

Karenanya aku sampai terlupa akan  ketidakmungkinan untuk memilikimu.,

Hahaha..

Untuk mendambakanmu saja aku lupa diri.

Aku coba berhenti meneruskan kebodohan ini. dan.,
Kuputuskan untuk pergi,.
Pergi ketempat dimana aku akan menenggelamkan kisah dambaan yang fana ini ke laut samudra yang terdalam.,
Untuk kulupakan.


Hingga, Sejak sekian lama...
Mengapa....?
Engkau!! Wahai sang Awan Mendung
Menariknya!! dan
Membawanya kembali kedepan pintu rumahku dengan hujan puitikMu ini..?
Sungguh Gila Aku mendambakanNya lagi.

Komentar

Postingan Populer